Hikmah di Balik Ibadah Umroh

Diposting pada

Umroh Desember – Ibadah umroh termasuk membawa arti yang dalam bagi orang yang mengetahuinya.

Hikmah dalam ibadah umroh adalah panorama cinta dan rindu.

Tidak kemungkinan orang mampir ratusan kilometer berasal dari rumahnya cuma untuk mampir ke Baitulloh tanpa didorong persaaan cinta dan rindu.

Meninggalkan keluarganya dan kampung halamannya untuk pas tertentu, cuma orang yang dimabuk cinta saja yang dapat tahu.

Pada dasarnya tersedia 2 hubungan manusia dengan sang penciptanya yakni Alloh swt.
1.Menunjukkan ketaatan dan kehambaan.
Hal ini banyak tercermin  dalam ibadah yang kami melakukan , andaikata dalam perihal sholat. Semua perkara dalam sholat perlihatkan perihal ini. Dimulai berasal dari sebelum sholat maka kami memakaia busana yang pantas, lantas dengan penuh ketenangan mengambil air wudlu.

Setelah itu mulai sholat dengan penuh ketakziman mengangkat kedua tangan hingga telinga sambil mengagungkan kebesaran  dan merasakan Kedatangan Alloh selanjutnya bersedekap. Demikian termasuk ketika meletakkan kepala di atas tanah perlihatkan ketaatan dan kelemahan kta dihadapan Alloh swt.

2. Hubungan cinta kasih.
Hubungan ini sanggup diamati dalam hikmah melakukan ibadah umroh.

Dimulai berasal dari sejak awal meninggalkan keluarganya menuju rumah sang kekasih.

Ia lewati lorong dan jalan menuju rumah kekasihnya. Jika dalam perjalanan untuk menjumpai kekasihnya ia mendapati kesukaran dan penderitaan maka pasti saja perihal ini dapat terasa ringan .

Setelah itu Mengenakan busana ihram termasuk perlihatkan cinta. Tidak tersedia penutup kepala, tidak tersedia busana diatas badan, dalam situasi seorang fakir dan tidak Mengenakan wangi-wangian dan perhiasan.

Kemudian thawaf diawali dengan mencium hajar aswad yang dalam hadist disebutkan sebagai tangannya Alloh taala. Oleh karena itu mencium hajar aswad seolah-olah mencium tangan Alloh swt.

Dan ini adalah karunia yang besar karena Dia sudah mengimbuhkan keberuntungan ini kepada manusia yang dipilihnya untuk mampir menghadapNya. Setelah itu berlarian antara shafa dan marwa adalah uraian seseorang yang dilanda cinta.

Baca Juga:  Pengertian dan Keutamaan Menjalankan Ibadah Umroh
Tanpa Mengenakan penutup kepala dan Mengenakan busana terhadap pas Sai berlarian kesana kemari.

Pada akhirnya ditutup dengan memotong lebih dari satu rambut kami yang artinya adalah menghilangkan anggapan anggapan kotor yang tersedia dalam otak kita.

Semua yang berlangsung mulanya berasal dari pikiran, oleh karena itu selepas umroh  setiap melangkah kaki ketika kami melakukan aktifitas apa saja tetap dasarilah dengan rasa cinta cuma mengharap ridha berasal dari Alloh saja.

Demikian hikmah di balik ibadah umroh yang kami lakukan, semoga meningkatkan ilmu kami berkenaan ibadah ini dengan lebih baik (Fadilah haji dan Umroh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *